Update, Info, Keluhan Tentang Industry Fintech

Agar Tak Ada Masalah, Kenali Manfaat & Risiko Fintech Lending

5 September 2019 0 Komentar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong masyarakat semakin memahami manfaat pinjaman daring (fintech lending) sekaligus risiko-risikonya bagi peminjam dan pemberi pinjaman.

“Masyarakat harus dapat memanfaatkan pinjaman daring secara optimal. Terlebih dengan banyaknya pinjaman daring ilegal yang meresahkan masyarakat dan mengganggu industri,” kata Kepala Kantor OJK Kalimantan Timur Dwi Ariyanto, saat membuka Fintech Days 2019 di Samarinda, Kamis (5/9/2019).

Menurutnya, OJK mengarahkan agar pinjaman daring bisa dimanfaatkan untuk tingkatkan pendanaan bagi masyarakat bawah khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan lebih cepat dan mudah.

Untuk hal ini, OJK dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyelenggarakan ‘Fintech Day 2019’ yang berlangsung antara 3-5 September 2019, dan ditujukan untuk memberikan edukasi masyarakat mengenai manfaat dan cara menggunakan pinjaman daring sebagai alternatif pendanaan terutama bagi usaha mikro dan kecil. 

Peserta kegiatan ini adalah pelaku industri UMKM, koperasi, industri jasa keuangan, dan pelaku industri jasa keuangan di Samarinda. Juga hadir kalangan mahasiswa, dosen, dan peneliti, pemerintah daerah/dinas daerah, dan masyarakat umum calon pemberi dan penerima pinjaman fintech lending.

Ada lima kegiatan dalam Fintech Days 2019, yaitu OJK Goes to Campus, media visit, radio talk show, seminar nasional, dan pameran penyelenggara pinjaman daring. 

Pada tanggal 3-4 September, AFPI menyelenggarakan pameran di Big Mall Samarinda yang diikuti 59 perusahaan penyelenggara pinjaman daring yang juga diisi dengan dialog untuk edukasi ke publik mengenai pinjaman daring. 

Saat ini, terdapat 127 perusahaan pinjaman daring yang telah terdaftar/berizin di OJK yang terdiri dari 119 penyelenggara bisnis konvensional dan 8 penyelenggara bisnis syariah. 

Hingga Juli 2019, akumulasi jumlah pinjaman daring sebesar Rp49,79 triliun dengan jumlah outstanding sebesar Rp8,73 triliun. Sementara itu rekening pemberi pinjaman sebanyak 518.640 entitas dan penerima pinjaman 11.415.849 entitas. 

Wilayah Kalimantan Timur memiliki akumulasi jumlah pinjaman, pemberi pinjaman, dan penerima pinjaman tertinggi dibandingkan provinsi lainnya di Pulau Kalimantan. 

Akumulasi jumlah pinjaman daring di provinsi Kalimantan Timur itu mencapai Rp494,66 miliar yang ditransaksikan oleh 4.435 entitas pemberi pinjaman dan 122.552 entitas penerima pinjaman.

SUMBER

Reaksi Anda

Share

Kirim Komentar

Tulis komentar dan pendapat Anda di bawah ini.

Kami menghargai privasi Anda dan tidak akan pernah membagikan alamat email Anda dengan orang atau organisasi manapun dan dengan tujuan apapun.


Dengan menekan tombol dibawah ini, maka Anda bertanggung jawab penuh atas semua komentar dan pendapat yang Anda kirimkan.

Copyright © 2018 idfintechwatch.com. All Rights Reserved.
To Top ↑